Tuesday, December 6, 2011

Gundahlah......


kawan...
perkenankan aku sejenak saja berbagi...
tak tahu kenapa asa di hati tak lagi bisa kusimpan sendiri..

kau tahu...
di tempat penuh cahaya itu..
dulu kubelajar dari tak tahu menjadi benar-benar tahu...
dan hingga kini penghulu takdimku kuperuntukkan bagi Guru-guruku yang membuatku tahu dari ketidaktahuan diriku..

kawan...
kini saat langit kembali berujar pilu dengan kelabu.. kurang
lebih sama seperti itu suasana hatiku...
 mengingat kita....
dan membadingkannya dengan  masa yang lalu...

sakit... benar-benar sakit..
ketika kini kutahu...
hijab hijab itu tak ubahnya hanya seperti sebatas kelambu..
yang gampang saja kau singkap dengan alasan atas pembenaran2 yang sungguh harusnya kau belajar dulu bila ingin membenarkan dirimu........

karena tunas ketela TAK PATUT membanding2kan diri dengan buah ketela yang tlah ranum dan masak isinya.....

kemana... kemana hijab - hijab itu?
yang dulu kitai gigit sedemikian rupa agar tak lepas dari tempatnya...

kini....
seperti mudah saja kau hempas semua...
dengan batasan - batasan yang tak lagi ada bedanya...
dengan "tempat2" yang dulu engkau ada disana....

padahal kau tahu.....
atau kalian sudah pura2 tak tahu
atau mungkin pula sudah lupa dari ke"tahu"anmu....

bahwa disini.... ADALAH TEMPAT PENUH CAHAYA ITU


duh Gusti....
ampuni kami............
wahai Guru2 kami... kuhempas beribu maaf dari hati ini..
karena jejak2 kami dengan "sadar" kami penuhi di atas pertiwi TEMPAT PENUH CAHAYA ini.....
dengan jejak2 lumpur kekhilafan nafsu kami..

yang tak mampu kami tahan sendiri......


duh Gusti.........
padamu ku minta agar engkau berkenan kembalikan kami...
pada keindahan hati..
saat pertama kami benar2 cinta pada TEMPAT PENUH CAHAYA ini..


masjid yang kami cintai............

No comments: