Wednesday, November 30, 2011

kenapa harus selalu telur dadar?

kenapa ya?
aku juga gak tau kenapa siang ini tiba - tiba saja judul ini muncul di kepalaku, aku juga tak bisa menjawab dengan tepat ketika orang lain (utamanya istriku tercinta) bertanya tentang kenapa aku maniak sekali dengan makanan yang satu ini, sampai - sampai si riyan (adek IPku) yang baru kelas 6 SD selalu memanggilku dengan sebutan "telur" :D (beeeh asem teunan). itu semua tak lepas dari karena keluarga besar istriku dimana tempat aku berteduh sekarang semuanya tidak ada yang terlalu suka dengan makanan yang satu ini, jadi kalau waktu sarapan pagi, makan siang ataupun makan malam ada seonggok telut dadar atau sebuah mata sapi besar tergeletak di meja makan, maka itu artinya makanan itu khususson dibuatkan hanya untukku seorang (kekekekke).

N.I.K.M.A.T

sederet kata yang bagiku cukup untuk mewakili indahnya menikmati telur dadar, begitu juga barusan sebelum kutulis note ini aku baru saja menyantap makanan telur dadar spesial buatanku sendiri. (hehehehehhe) dengan resep sederhana yang sudah kutahu sejak jaman SMA dulu, dan dengan ditambah sedikit kelihaian tanganku memainkan wajan beserta sotelnya akhirnya tersajilah TEDUH SPESIAL (kependekan dari Telur Dadar pake Tahu Spesial) heuheu....

tara.......





oh iya.. oh iya.... satu lagi temanku yang lebih maniak daripada diriku, kalo dia liat gambar ini dijamin dia bakalan gak betah kerja dan segera pulang kerumahnya sambil nangis2 minta dibuatin telur dadar ke emaknya (/pirman) .

=========================================================================
mengutip kata bijak : "Life is not only for a bread"
tadpi buatku : " Life Is Not Only For an Omelette", habis telur dadar hidup mesti jalan terus, cause telur dadar itu untuk hidup, bukan hidup untuk telur dadar

chayoooo......... :D


there something about life

hidup itu

berjalan setapak demi setapak
sejejak demi sejejak
sehasta demi sehasta

kadang lari berlari
birit terbirit
ciut dalam takut
kemudian beranjak tegak
kencang mengencang
berderap dalam gegap

hidup... adalah memberi arti
dalam liak liuk indah cobaan yang melukis sejarah
dalam setanggi mimpi yang merekah
menjadi asa indah...
atau busuk tak lagi syahdu karena benalu

namun ada pesona oase tak henti karena hari
menelusup dalam diri
alunnya mengalur
memberi janji - janji
tawanya berbisik kecil dalam fatamorgana

ah... tidak...

ini ujian
bukan... bukan ini yang kau cari..

tak ingatkah kau kala Ka'ab berkata dalam hatinya
"inilah musibah yang sesungguhnya...!!!!"

sekali lagi hati beringsut
karena hanya Allah tempat kembali
bersandar atas segala mimpi
dalam lelahnya jasad yang berjuang
namun tak pernah boleh lelah jiwa dalam ta'at pada-Nya

kembali.... dalam sujud terpekur
akui.. bahwa kita pasti akan kembali.....

bukankah kau Rindu wahai jiwa???
ketika kau berelepas dari raga
dengan senyum seorang kekasih
yang bertemu kembali dengan belahan jiwanya.....

ya...

itu jawabnya......